Rabu, 10 November 2010

makalah gas mulia

Gas Mulia
Karya Ilmiah
Diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas pelajaran kimia
kelas xi semester 3
oleh
Aditya Parlindungan.
Josua Gregory Silaen.
Rho natta Mentari Matahari.
Ronal Tjahyadi.
XI IPA B
Sekolah Menengah Atas Negeri 78
Jl. Bhakti IV/I Komp. Pajak Kemanggisan
JAKARTA BARAT
Telp. 021-5327115, Fax. 021-5482914
KATA PENGANTAR.
Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan YME karena atas rahmat dan
karuniaNya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah tentang gas mulia ini. Penulisan
karya ilmiah tentang gas mulia ini betujuan tidak lain adalah untuk memenuhi tugas kimia kelas xi semester 3 tentang kimia unsur. Selain itu, karya ilmiah ini juga dibuat untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembaca dan masyarakat mengenai gas-gas golongan 8A yang jarang ditemui dan langka.
Kesulitan yang penulis hadapi dalam membuat karya ilmiah ini adalah kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia mengingat gas mulia merupakan suatu hal yang langka, dan koordinasi tim yang kurang menjadi penghambat dalam penulisan kaya tulis ini. Namun, kesalahan adanya memang di manusia dan kesempurnaan adanya di tangan Tuhan.
Ucapan terima kasih kami ucapkan ke segenap kalangan yang telah membantu kami dalam penulisan karya tulis ini. Jasa-jasa kalian tak akan terlupakan seumur hidup. Penulis juga menerima segala kritik dan saran atas penulisan karya ilmiah ini, mengingat segala keterbatasan dan kekurangan yang penulis miliki.
Jakarta, 12 November 2008
Tim Penulis
1.
Gas Mulia.
Gas mulia adalah grup elemen kimia dengan sifat-sifat yang sama: di kondisi standar, they semua tidak berbau, tidak berwarna, dan monoatomik dengan reaktivitas yang sangat rendah. Mereka ditempatkan di grup 18 (8A) dari tebel periodike (sebelumnya dikenal dengan grup 0). 6 gas mulia tersebut terdapat di alam dengan bentuk helium (He), neon (Ne), argon (Ar), krypton (Kr),
2
xenon (Xe), dan radon yang bersifat radioaktif (Rn). sejauh ini, 3 atom dari grup selanjutnya, ununoctium (Uuo) telah berhasil disintesis di supercollider, tapi sangat sedikit yang diketahui mengenai elemen ini karena jumlah yang dihasilkan sangat sedikit dan memiliki waktu paruh hidup yang sangat pendek .
Sifat-sifat gas mulia bisa dijelaskan dengan baik dengan teori modern tentang struktur atom: valensi elektron kulit luar mereka dianggap "penuh", memberi mereka sedikit sekali kesempatan untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia, dan hanya beberapa ratus senyawa yang telah disiapkan. Titik didih dan titik leleh gas mulia mempunyai nilai yang dekat, berbeda kurang dari 10 °C (18 °F); yang mengakibatkan mereka berbentuk cairan dalam jangkauan suhu yang pendek.
Neon, argon, krypton, dan xenon are didapatkan dari udara mengunakan metode mencairkan/mengembunkan gas dan penyulingan bagian. Helium biasanya terpisah dari gas alami, dan radon biasanya diisolasi dari penguraian radioaktif dari elemen radium yang terurai. Gas mulia mempunyai beberapa aplikasi penting di industri seperti penerangan, pengelasan, dan perjalanan angkasa luar. Gas prnapasan Helium-oksigen biasanya digunakan oleh penyelam laut dalam yang biasanya lebih dari 180 kaki (55 m) untuk menjaga penyelam dari oksigen toxemia, efek berbahaya dari oksigen dalam tekanan tinggi, dan nitrogen narcosis, efek narkotik yang membingungkan dari nitrogen di udara melebihi tekanan biasa. After setelah bahaya yang ditimbulkan hidrogen atas mudah meledaknya elemen tersebut, gas tersebut diganti dengan helium.
Sejarah.
Gas mulia diterjemahkan dari kata benda Jerman Edelgas, pertama kali digunakan pada 1898 oleh Hugo Erdmann untuk menunjukkan reaktivitas mereka yang sangat rendah. Nam aitu membuat analogi dengan "logam mulia", seperti emas, yang diasosiasikan dengan kekayaan dan kebangsawanan, dan mempunyai reaktivitas yang rendah. Gas mulia juga dinamkan gas inert, tapi label ini sekarang jarang
digunakan
karena
sekarang
banyak
senyawa
% composition of noble gases
10.5
0
Argon
Neon
Helium
Krypton
% composition of noble gases
10.5
0
Argon
Neon
Helium
Krypton
1.Komposisi gas mulia di atmosfer
2. Helium
Helium (He) adalah unsur kimia yang tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak beracun, hampir inert, monatomik, dan merupakan unsur pertama pada seri gas3
gas mulia yang diketahui . Gas langka juga merupakan nama yang digunakan, tapi ini jugalso tidak akurat karena argon membentuk bagian yang lumayan besar (0.94% dari segi volume, 1.3% dari segi massa) dari atmosfer bumi.
mulia dalam tabel periodik dan memiliki nomor atom 2. Titik didih dan titik leburnya merupakan yang terendah dari unsur-unsur lain dan ia hanya ada dalam bentuk gas kecuali dalam kondisi "ekstrem". Kondisi ekstrem juga diperlukan untuk menciptakan sedikit senyawa helium, yang semuanya tidak stabil pada suhu dan tekanan standar. Helium memiliki isotop stabil kedua yang langka yang disebut helium-3. Sifat dari cairan varitas helium-4; helium I dan helium II; penting bagi para periset yang mempelajari mekanika kuantum (khususnya dalam fenomena superfluiditas) dan bagi mereka yang mencari efek mendekati suhu nol absolut yang dimiliki benda (seperti superkonduktivitas).
1. Gas helium
Dalam Jagad Raya modern hampir seluruh helium baru
diciptakan dalam proses fusi nuklir hidrogen di dalam bintang.
Di Bumi, unsur ini diciptakan oleh peluruhan radioaktif dari
unsur yang lebih berat (partikel alfa adalah nukleus helium).
Setelah penciptaannya, sebagian darinya terkandung di udara
(gas alami) dalam konsentrasi sampai 7% volume. Helium
dimurnikan dari udara oleh proses pemisahan suhu rendah
yang disebut distilasi fraksional. Pada 1868, astronom Prancis
Pierre Janssen mendeteksi pertama kali helium sebagai
signatur garis spektral kuning yang tak diketahui dari cahaya
dari gerhana matahari. Sejak itu kandungan helium besar
banyak ditemukan di ladang gas alam di Amerika Serikat, yang
merupakan penyedia gas terbesar.
Helium digunakan ;
* Sebagai gas mulia tameng untuk mengelas
* Sebagai gas pelindung dalam menumbuhkan kristal-kristal silikon dan
germanium
dan
dalam memproduksi titanium dan zirkonium.
* Sebagai agen pendingin
untuk reaktor nuklir.
* Sebagai gas yang digunakan di lorong angin (wind tunnels).
Campuran helium dan
oksigen digunakan sebagai udara buatan untuk para penyelam dan para pekerja lainnya yang bekerja di bawah tekanan udara tinggi. Perbandingan antara He dan O2 yang berbeda-beda digunakan untuk kedalaman penyelam yang berbeda-beda.
Helium sangat banyak digunakan untuk mengisi balon ketimbang hidrogen yang
lebih berbahaya. Salah satu kegunaan helium yang lain adalah untuk menekan4
Helium adalah unsur kedua terbanyak dan teringan di jagad raya dan salah satu unsur yang siciptakan pada saat nukleosintesis Big Bang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar